Tugas RPL WEB (Masalah Pada Hypertext)

Masalah pada Hypertext

Jelaskan tentang non-linear, disorientation dan cognitive overload yang terkait dengan hypertext dari aplikasi web!

Hypertext adalah interface pengguna untuk menampilkan dokumen yang berisi referensi-silang otomatis ke dokumen lainnya yang disebut hiperlink. Sebuah dokumen dapat dibuat secara statik atau dinamik. Oleh karena itu, sebuah sistem hiperteks yang dikonstruksi dengan baik dapat menangani, menggunakan atau melebihi banyak interface pengguna lainnya seperti menu dan baris perintah, dan dapat digunakan untuk mengakses kedua dokumen referensi-silang yang dikumpulkan secara statik dan aplikasi interaktif. Dalam hypertext, Penyimpanan informasi dalam format linear tidak banyak mendukung pengaksesan informasi secara random dan browsing asosiatif. Hypertext merupakan metode penyimpanan informasi dalam format non-linear yang memungkinkan akses atau browsing secara non-linear atau random. Dokumen dan aplikasi terdapat secara lokal atau dari mana pun dia berada dengan bantuan jaringan komputer seperti internet. Implementasi paling terkenal dari hiperteks adalah World Wide Web.

Masalah-masalah pada hypertext :

1. Non-linier

Dengan sifat non-linear yg ada pada hypertext, bagian-bagian tertentu bisa merujuk ke bagian lain secara tidak sekuen sesuai dengan alamat rujukan yang diberikan. Komputer dapat mendukung kebutuhan yang berbeda dalam menyajikan domain yang tidak terstruktur dan membantu user untuk mendalami lebih dari satu perspektif topik atau issue. Misalnya, sistem hypertext yang mendukung nonlinieritas, media multi dimensi yang dapat menyajikan permasalahan kompleks yang tidak dapat tersaji dalam sistem tradisional.hal itu akan membuat user menjadi bingung. User akan tersesat dan “hilang” dalam link yang cabang- nya begitu banyak. Disamping itu karena tidak ada yang akan menghalangi pembaca dalam menautkan dua simpul informasi dan melanjutkannya dengan simpul-simpul lain, maka ada kemungkinan navigasi akan berakhir dengan sekumpulan informasi yang inkoheren (Briggs, 1992). Bukti lain mengatakan,memang benar di dalam sistem hypertextsudah tersedia begitu lengkapanya materi-subyek yang dibutuhkan, akan tetapi karena begitu luas dan banyak pilihan, maka terbuka peluang kombinasi dalam menentukan urutan teks dan secara tidak langsung memberi beban terhadap user untuk melakukan urutan yang materi tersebut (bingung). Ini terutama terjadi pada hiperteks besar, yang masih diperumit oleh hubungannya dengan hipermedia lain. Misalnya, navigasi bisa berawal dengan dilatasi waktu kemudian ke entropi atau diteruskan ke TimeTunnel. User mendapatkan banyak informasi, namun bukan pengetahuan, karena struktur dalam informasi terabaikan akibat navigasi yang kurang terarah. Oleh karena itu yang dibutuh- kan adalah sitem hypertext yang mudah ter jangkau(accessible).

Secara umum dapat disimpulkan bahwa karakteristik dari hiperteks adalah bersifat non-sekuensial (non- linier), ditampilkan dalam media elektronik, bisa digabungkan dengan berbagai media (multimedia), dan interaktif terhadap pembaca.Struktur Non Linier (tidak terurut) merupakan pengembangan dari struktur penjejakan linier. Pada struktur ini diperkenankan membuat struktur bercabang percabangan yang dibuat pada struktur Non Linier ini berbeda dengan percabangan pada struktur Hierarki , karena pada percabangan Non Linier ini walaupun terdapat percabangan tetapi tiap tiap tampilan mempunyai kedudukan yang sama tidak ada master page dan slave page.

2. Disorientasi dalam Hypertext

Meskipun potensi hypertext dapat meningakatkan efektivitas komunikasi lewat komputer, ternyata banyak terdapat masalah, seperti disorientasi dan pengetahuan terfragmentasi, yang berkaitan dengan penggunaan hypertext. Disorientasi merupakan masalah yang paling sering dikutip. Beberapa orang menyatakan bahwa sifat non linier dari hypertext cenderung untuk mendorong disorientasi antara pengguna.

Untuk mengatasi masalah ini, Lee (2001) mengembangkan sebuah bentuk hibrida baru dalam hypertext, yaitu memperluas hypertext, sebuah format teks elektronik dengan hyperlink yang, ketika diklik, mengakibatkan konten yang ditunjuk (misalnya, kutipan tambahan atau dokumen) yang akan dimasukkan ke dalam halaman yang sama sebagai hyperlink itu sendiri. Perluasan Hypertext diselidiki dalam hal kegunaan untuk mengatasi masalah disorientasi jenis hypertext sebelumnya.

Potensi yang paling penting dari hypertext adalah bahwa setiap pengguna dapat berinteraksi dengan cara. Lee dan Tedder menemukan bahwa teks linier menghasilkan tingkat ingatan yang lebih baik dibandingkan dengan jenis lain hypertexts. Para peneliti menyimpulkan bahwa berbagai jenis sistem hypertext tampaknya mempengaruhi berapa banyak waktu seseorang membaca bahan tertentu dan pada akhirnya mempengaruhi berapa banyak informasi yang dipelajari, dan menunjukkan hubungan kausal tidak langsung.

3. Cognitive Overload pada Hypertext

Seseorang dapat mengalami disorientasi pada dua cara: Pertama, pengguna mungkin akan mengalami kesulitan mencapai pemahaman yang koheren karena cognitive overload atau juga dikenal sebagai cognitive disorientation. Tipe lain dari disorientasi terjadi ketika pengguna menjadi bingung di mana mereka berada atau ke mana harus pergi.

Cognitive Overload di artikan hypertext yang memiliki beberapa beban yang berlebihan, sehingga memiliki banyak pilihan link untuk dipilih sehingga membingungkan user untuk mau mengikuti link yang di sediakan, dan tingkat efisiensinya berkurang pada tampilan suatau aplikasi web.

Sebagaimana telah dijelaskan di atas, diyakini bahwa sifat nonlinier dari hypertext cenderung untuk mendorong disorientasi di antara pengguna. Dalam studi ini, Paged Hypertext (PH), yang menunjukkan teks tambahan dari setiap hyperlink pada halaman yang terpisah, sangat mirip dengan format hypertext yang banyak digunakan. Karena sifat nonlinier tersebut, PH diperkirakan menjadi format yang paling membingungkan yang berbeda dengan teks bergulir, di mana informasi disajikan dalam format teks biasa linier dengan scroll bar di sisi kanan yang memungkinkan bergulir atas dan bawah untuk menjelajahi informasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s