Tugas RPL WEB (Manajemen Proyek WEB)

BAB 9

MANAJEMEN PROYEK WEB

PENDAHULUAN

Dalam membangun aplikasi web, sangat dibutuhkan manajemen yang dapat mengatur perencanaan pembangunan web tersebut. Salah satu yang paling dibutuhkan adalah manajemen proyek web. Di dunia teknologi, banyak manajemen perangkat lunak yang dikembangkan tetapi, ada perbedaan antara manajemen web dengan manajemen perangkat lunak tradisional.

Apa yang membuat manajemen proyek Web berbeda dari manajemen proyek perangkat lunak tradisional?Dalam rangkuman ini akan dijelaskan beberapa poin penting tentang manajemen proyek web.

Manajemen proyek adalah kegiatan manusia untuk membentuk tindakan manusia lainnya. Ini manusia perspektif berpusat membutuhkan manajer proyek web untuk memiliki kompetensi pemecahan konflik besar. Akibatnya, model yang digunakan

untuk mengembangkan aplikasi Web telah menjadi sangat fleksibel, memungkinkan untuk sangat iteratif-incremental pembangunan, dan melibatkan kontraktor sering. Ini berarti bahwa alat dan teknik digunakan dalam manajemen proyek web terutama dicirikan oleh transisi saat ini dari tradisional metode pengembangan perangkat lunak terhadap metode tangkas. Konsisten penggunaan terintegrasi alat adalah sama pentingnya dengan manajemen risiko akibat selama siklus proyek secara keseluruhan.

PENGERTIAN MANAJEMEN PROYEK

Menurut Westland (2006), proyek adalah sebuah usaha yang menghasilkan seperangkat pengiriman dalam waktu tertentu, biaya dan kualitas tertentu.

Salah satu ciri-ciri proyek adalah :

1. Unit secara alami

2. Mempunyai batasan waktu

3. Mempunyai anggaran yang telah disetujui

4. Mempunyai sumber yang terbatas

Sedangkan pengertian manajemen proyek adalah suatu keahlian, peralatan, dan proses manajemen yang diperlukan untuk kesuksesan suatu proyek.

Gambar 1. Objek Manajemen Proyek Pada Software Development

Manajemen proyek meliputi hal-hal berikut:

1. Sekelompok keahlian

Spesialisasi pengetahuan, keahlian dan pengalaman digunakan untuk mengurangi resiko di dalam mengerjakan proyek.

2. Sekumpulan peralatan

Berbagai tipe dari peralatan digunakan oleh manajer proyek untuk mengembangkan kesempatan untuk sukses

3. Serangkaian proses

Berbagai proses dan teknik-teknik diperlukan untuk mengusai dan mengatur waktu, biaya, kualitas dan kapasitas dari proyek.

Dibawah ini adalah tahap-tahap dalam manajemen proyek web yaitu :

  • Permulaan Proyek

Meliputi beberapa hal yaitu :

1. Mengembangkan kasus bisnis

2. Membentuk studi kelayakan

3. Menetapan istilah referensi

  • Perencanaan Proyek

Ada beberapa hal dalam perencanaan yaitu :

1. Menciptakan rencana proyek

2. Menciptakan rencana sumber daya

3. Merencanakan rencana finansial

4. Menciptakan rencana kualitas

5. Menciptakan rencana resiko

6. Menciptakan rencana penerimaan

7. Menciptakan rencana komunikasi

8. Menciptakan rencana pengadaan

9. Melaksanakan tinjauan tahapan

  • Pelaksanaan Proyek

Tahapan dalam pelaksanaan proyek yaitu :

  • Membangun hasil kerja
  • Memonitor dan mengendalikan yaitu waktu, biaya, kualitas,perubahan, resiko, isu, pengadaan, komunikasi dan tinjauan tahapan.
  • Penutupan Proyek

Kegiatan-kegiatan dalam penutpan proyek ini adalah :

1. Melaksanakan penutupan proyek

2. Meninjau penyelesaian proyek

TIM INTI PADA MANAJEMEN PROYEK WEB

Peran tim inti dalam manajemen proyek web adalah sebagai berikut :

1. Produser (manajer produk, proyek atau pemimpin proyek). Dalam hal ini, tugas dari produser adalah harus bisa bertanggung jawab atas perencanaan sampai penutupan proyek web yang dilaksanakan.

2. Pemimpin Teknis(IT). Pemimpin teknis menyediakan kepemimpinan teknologi untuk situs yang dimulai dengan pertanyaan lingkup. Selain itu, harus bisa mengetahui teknologi web yang dipakai nantinya.

3. Pemimpin Desain (desainer). Seseorang yang menyajikan visualisasi situs adalah desainer web. Tugas dari desainer pada umunya menyajikan situs web ayng fungsional dan ekspresif secara visual.

4. Pemimpin Produksi (Manajer Produksi atau Pemimpin HTML). Manajer produksi web mengatur penciptaan situs fisik dari server sampai bentuk fisik web (HTML/ASP nya).

5. Spesialis Domain.Spesialis yang ada tergantung pada pengembangan situs yang ada.

6. Tim Yang Diperluas.

Ada beberapa peran tim web diperluas, yaitu :

1. Peran-peran desain:

  • Arsitek informasi
  • Ahli usabilitas
  • Seniman grafis
  • Editor foto

2. Peran-peran produksi

  • Spesialis produksi media
  • HTML atau EPngkode ASP

3. Peran-peran Teknis

Perekayasa perangkat lunak/pemrogram

  • Perekayasa QA/penguji
  • Admin sistem
  • Analisis Data
  • Penulis Iklan
  • Kopieditor
  • Spesialis komunitas
  • Moderator komunitas

4. Peran-peran keuangan

  • Penyedia produk
  • Manajer penjualan ruang iklan
  • Manajer pemasaran
  • Manajer pengembangan bisnis

STRUKTUR TIM WEB

Tiga tim web khusus adalah sebagai berikut :

1. Perusahaan web yang keseluruhan pengorganisasianya di fokuskan untuk memproduksi situs web

2. Bisnis kecil dan konsultan web. Bisnis kecil yang berfokus pada toko dan layananya/bukan pada situs web ini menyewa konsultan untuk membangun situsnya

3. Korporasi dan agensi web. Perusahaan besar tersebut menyewa suatu agensi web yang dibentuk untuk menetapkan strategi internet mereka dan membangun ulang situs web mereka.

KESIMPULAN

Dari beberapa penjelasan diatas, maka kesimpulan dair resume ini adalah :

1. Manajemen proyek adalah suatu keahlian, peralatan, dan proses manajemen yang diperlukan untuk kesuksesan suatu proyek.

2. Banyak tahapan yang ada pada manajemen proyek web.

3. Dalam pengembangan dan pembangunan proyek web, diperlukan manajemen proyek web yang baik.

BAB 5

PERANCANGAN APLIKASI WEB

Sebuah dokumen web atau dokumen hiperteks merupakan kumpulan halamn web yang dijadikan file komputer tunggal. Teknik dokumen web digambarkan sebagai aplikasi dari teknik rekayasa perangkat lunak untuk merancang dokumen web. Tujuan dari teknik dokumen web yaitu untuk menghasilkan sistem yang terstruktur, dapat dipelihara, dapat dimodifikasi dan mampu melakukan fungsi yang diharapakan. Walaupun demikian, proyek web berbeda dengan pengembangan perangkat lunak tradisional di beberapa cara yang kritis yaitu :

1. Perancangan web bisa melibatkan sekumpulan ahli

2. Perancangan web melibatkan penagkapan dan pengorganisasian domain informasi  Dari beberapa latar belakang diatas, terdapat beberapa metodologi perancangan web yang masing-masing memiliki perbedaan. Metodologi itu yaitu :

a. Berbasis struktur  Penekananya ada pada keseluruhan struktur dari dokumen web dan termasuk di antaranya halaman yang disajikan oleh struktur tersebut.

b. Berbasis hubungan  Metode yang menganalisis hubungan antara komponen-komponen dari dokumen yang akan disesuaikan dengan perancangan.

c. Berbasis informasi  Metode ini lebih di pusatkan pada konten organisasi yang mempunyai hubungan antara dokumen web tersebut.  Sesuai dengan adanya metode-metode yang sekiranya dapat dijadikan acuan untuk melakukan perancangan web, disini juga terdapat beberapa pendekata-pendekata yang bertujuan untuk melakukan perbaikan pada metode yang ada. Pendekatan-pendekatan tersebut yaitu :

Pendekatan Struktur Informasi

Informasi dalam suatu perancangan web sangatlah penting. Dari hal ini, pengembang dapat melakukan dan mencari informasi yang ada mengenai konten-konten dokumen yang ada. Jika keputusan seorang pengembang sebuah dokumen web adalah memilih salah satu yang baik, perancangan yang kurang baik dari dokumen dapat dengan mudah menampilkan masalah.

Pendekatan Struktur Urutan

Kesederhanaan dari struktur informasi ini terletak pada urutanya. Struktur ini merupakan struktur yang paling mudah dari struktur untuk perancangan dan navigasi. Ada beberapa hal dalam pendekatan struktur urutan, yaitu :- Dapat lebih mudah di prediksi- Mempunyai model yang familier dan menyangkan- Mempunyai kelemahan yang sesuai dalam perancangan dokumen web- Tidak ada konten hubungan dalam pendekatan struktur ini.

Pendekatan Struktur Grid

Struktur grid merupakan struktur yang pertama dari struktur informasi yang multidimensional. Struktur ini dapat digunakan untuk menggambarkan hubungan yang lebih berarti di antara halaman-halaman dari pada struktur urutan.Sebagai contoh, struktur grid dapat menyediakan mekanisme untuk menyajikan hubungan kronologis di antara halaman-halaman dokumen hiperteks/web. Keunggulan struktur ini adalah adanya navigasi secara multidimensional dalam perancangan hiperteksnya.Dalam pengembanganya, struktur grid di integrasika dengan struktur pohon.tree. Penggunaan struktur pohon dalam perancangan dokumen web mengijinkan halaman untuk bisa disajikan dalam bentuk hierarki. Model yang dipakai dalam struktur pohon adalah model organisasi dengan kebanyakan pengguna yang familier dan nyaman. Struktur pohon adalah pembatasan cara dengan halaman yang dapat di tambahkan.

Pendekatan Struktur Web

Struktur yang paling ekspresif dalam perancangan web adalah struktur web.Dalam struktur ini, halaman dan tautan diorganisasikan di dlaam pola topologi yang paing baik untuk menggambarkan relasi dan alur navigasinya di dalam dokumen.

Pendekatan Struktur Campuran

Dalam perancangan web yang bebas dan kompleks, struktur campuran adalah pilihan tepat untuk dilaksanakan. Dengan adanya struktur ini,

Pendekatan Metodologi Manajemen relasi

Pendekatan ini disebut juga The Relatinship Manajement Methodology (RMM)yang pertama kali diusulkan oleh Tomas Isakowitz, Edward Stohr dan P.Balasubramanian. RMM merupakan hubungan entitas bedasarkan teknik. Pemodelan hubungan entitas adalah sebuah teknik analisis yang biasanya dikaitkan dengan perancangan basis data dan pemrograman berorientasi objek. Ketika diadopsi untuk teknik dokumen web, perbedaan utamnya terletak pada jenis dari entitas yang dimodelkan tersebut. Entitas adalah objek yang dimodelkan di dalam peran yang dimainkan di dalam sistem spesifik. Jika sistem adalah dokumen web, entitas adalah halaman yang disajikan di dalam halaman. Relasi adalah nama penghubung antara dua atau lenih entitas.

Masalah pada Hypertext

Jelaskan tentang non-linear, disorientation dan cognitive overload yang terkait dengan hypertext dari aplikasi web!

Hypertext adalah interface pengguna untuk menampilkan dokumen yang berisi referensi-silang otomatis ke dokumen lainnya yang disebut hiperlink. Sebuah dokumen dapat dibuat secara statik atau dinamik. Oleh karena itu, sebuah sistem hiperteks yang dikonstruksi dengan baik dapat menangani, menggunakan atau melebihi banyak interface pengguna lainnya seperti menu dan baris perintah, dan dapat digunakan untuk mengakses kedua dokumen referensi-silang yang dikumpulkan secara statik dan aplikasi interaktif. Dalam hypertext, Penyimpanan informasi dalam format linear tidak banyak mendukung pengaksesan informasi secara random dan browsing asosiatif. Hypertext merupakan metode penyimpanan informasi dalam format non-linear yang memungkinkan akses atau browsing secara non-linear atau random. Dokumen dan aplikasi terdapat secara lokal atau dari mana pun dia berada dengan bantuan jaringan komputer seperti internet. Implementasi paling terkenal dari hiperteks adalah World Wide Web.

Masalah-masalah pada hypertext :

1. Non-linier

Dengan sifat non-linear yg ada pada hypertext, bagian-bagian tertentu bisa merujuk ke bagian lain secara tidak sekuen sesuai dengan alamat rujukan yang diberikan. Komputer dapat mendukung kebutuhan yang berbeda dalam menyajikan domain yang tidak terstruktur dan membantu user untuk mendalami lebih dari satu perspektif topik atau issue. Misalnya, sistem hypertext yang mendukung nonlinieritas, media multi dimensi yang dapat menyajikan permasalahan kompleks yang tidak dapat tersaji dalam sistem tradisional.hal itu akan membuat user menjadi bingung. User akan tersesat dan “hilang” dalam link yang cabang- nya begitu banyak. Disamping itu karena tidak ada yang akan menghalangi pembaca dalam menautkan dua simpul informasi dan melanjutkannya dengan simpul-simpul lain, maka ada kemungkinan navigasi akan berakhir dengan sekumpulan informasi yang inkoheren (Briggs, 1992). Bukti lain mengatakan,memang benar di dalam sistem hypertextsudah tersedia begitu lengkapanya materi-subyek yang dibutuhkan, akan tetapi karena begitu luas dan banyak pilihan, maka terbuka peluang kombinasi dalam menentukan urutan teks dan secara tidak langsung memberi beban terhadap user untuk melakukan urutan yang materi tersebut (bingung). Ini terutama terjadi pada hiperteks besar, yang masih diperumit oleh hubungannya dengan hipermedia lain. Misalnya, navigasi bisa berawal dengan dilatasi waktu kemudian ke entropi atau diteruskan ke TimeTunnel. User mendapatkan banyak informasi, namun bukan pengetahuan, karena struktur dalam informasi terabaikan akibat navigasi yang kurang terarah. Oleh karena itu yang dibutuh- kan adalah sitem hypertext yang mudah ter jangkau(accessible).

Secara umum dapat disimpulkan bahwa karakteristik dari hiperteks adalah bersifat non-sekuensial (non- linier), ditampilkan dalam media elektronik, bisa digabungkan dengan berbagai media (multimedia), dan interaktif terhadap pembaca.Struktur Non Linier (tidak terurut) merupakan pengembangan dari struktur penjejakan linier. Pada struktur ini diperkenankan membuat struktur bercabang percabangan yang dibuat pada struktur Non Linier ini berbeda dengan percabangan pada struktur Hierarki , karena pada percabangan Non Linier ini walaupun terdapat percabangan tetapi tiap tiap tampilan mempunyai kedudukan yang sama tidak ada master page dan slave page.

2. Disorientasi dalam Hypertext

Meskipun potensi hypertext dapat meningakatkan efektivitas komunikasi lewat komputer, ternyata banyak terdapat masalah, seperti disorientasi dan pengetahuan terfragmentasi, yang berkaitan dengan penggunaan hypertext. Disorientasi merupakan masalah yang paling sering dikutip. Beberapa orang menyatakan bahwa sifat non linier dari hypertext cenderung untuk mendorong disorientasi antara pengguna.

Untuk mengatasi masalah ini, Lee (2001) mengembangkan sebuah bentuk hibrida baru dalam hypertext, yaitu memperluas hypertext, sebuah format teks elektronik dengan hyperlink yang, ketika diklik, mengakibatkan konten yang ditunjuk (misalnya, kutipan tambahan atau dokumen) yang akan dimasukkan ke dalam halaman yang sama sebagai hyperlink itu sendiri. Perluasan Hypertext diselidiki dalam hal kegunaan untuk mengatasi masalah disorientasi jenis hypertext sebelumnya.

Potensi yang paling penting dari hypertext adalah bahwa setiap pengguna dapat berinteraksi dengan cara. Lee dan Tedder menemukan bahwa teks linier menghasilkan tingkat ingatan yang lebih baik dibandingkan dengan jenis lain hypertexts. Para peneliti menyimpulkan bahwa berbagai jenis sistem hypertext tampaknya mempengaruhi berapa banyak waktu seseorang membaca bahan tertentu dan pada akhirnya mempengaruhi berapa banyak informasi yang dipelajari, dan menunjukkan hubungan kausal tidak langsung.

3. Cognitive Overload pada Hypertext

Seseorang dapat mengalami disorientasi pada dua cara: Pertama, pengguna mungkin akan mengalami kesulitan mencapai pemahaman yang koheren karena cognitive overload atau juga dikenal sebagai cognitive disorientation. Tipe lain dari disorientasi terjadi ketika pengguna menjadi bingung di mana mereka berada atau ke mana harus pergi.

Cognitive Overload di artikan hypertext yang memiliki beberapa beban yang berlebihan, sehingga memiliki banyak pilihan link untuk dipilih sehingga membingungkan user untuk mau mengikuti link yang di sediakan, dan tingkat efisiensinya berkurang pada tampilan suatau aplikasi web.

Sebagaimana telah dijelaskan di atas, diyakini bahwa sifat nonlinier dari hypertext cenderung untuk mendorong disorientasi di antara pengguna. Dalam studi ini, Paged Hypertext (PH), yang menunjukkan teks tambahan dari setiap hyperlink pada halaman yang terpisah, sangat mirip dengan format hypertext yang banyak digunakan. Karena sifat nonlinier tersebut, PH diperkirakan menjadi format yang paling membingungkan yang berbeda dengan teks bergulir, di mana informasi disajikan dalam format teks biasa linier dengan scroll bar di sisi kanan yang memungkinkan bergulir atas dan bawah untuk menjelajahi informasi.

1. Jelaskan perbedaan antara pattern dan framework !

Pat­tern adalah sekum­pulan solusi generik untuk masalah-masalah yang umum ditemui oleh para developer dalam mem­buat aplikasi. Pat­tern ber­arti pola, artinya DP bukan ber­upa kode, tetapi ber­upa pan­duan yang implemen­tasinya ter­serah developer yang menggunakannya.

Framework adalah kumpulan fungsi-fungsi dan class untuk tujuan tertentu yang sudah siap pakai sehingga bisa lebih mempermudah pekerjaan pemrograman, tanpa harus reinvent wheel.

2. Jelaskan tentang MVC dan Struts !

MVC adalah meta-pattern , artinya MVC bukan merupakan pat­tern yang ber­diri sen­diri tapi merupakan kum­pulan dari beberapa pat­tern & dalam buku Head First Design Pat­terns , MVC dimasukkan dalam kelom­pok compound-pattern.

Struts adalah aplikasi framework open source yang di design untuk membantu para developer dalam membangun arsitektur aplikasi berbasis pada Model-View-Controller (MVC) , dimana design MVC sudah merupakan standard umum dalam membangun aplikasi Web anda dengan penggunaaan servlet Java dan Java Server Pages (JSP) sebagai teknologinya. 

3. Jelaskan arsitektur dari codolgniter, sertakan gambar !

CodeIgniter adalah salah satu framework PHP yang berbasis MVC.

arsitekturnya sebagai berikut:

  1. index.php berfungsi sebagai controller depan, mnginisialisasi basic resource yang dibutuhkah untuk menjalankan CI.
  2. Router menganalisa HTTP request untuk menentukan apa yang harus dilakukan dengan HTTP request itu.
  3. Jika file cache masih ada , maka akan dikirim langsung ke browser, tanpa melewati eksekusi normal sistem.
  4. Keamanan, sebelum controller aplikasi di panggil, HTTP request dan data yang dikirim user, di filter untuk alasan keamanan.
  5. Controller memanggil model, librari inti , plugin, helper, dan resource lainnya yang di butuhkan untuk memroses request tertentu.
  6. View yang sudah diproses, dikirim ke browser sebagai hasil yang terlihat. Jika status caching ON, view akan disimpan di cache, jadi jika ada request yang sama, view itu bisa ditampilkan lagi

4. Jelaskan tentang integrasi system dari SOA, sertakan gambar !

Service Oriented Architecture (SOA)

Service Oriented Architecture (SOA) adalah prinsip desain yang diinginkan untuk membangun system terdistribusi yang reliable dan mengirimkan service fungsionalitasnya, dengan menambahkan penekanan pada  loose coupling antar pengguna service. Dalam hal ini service mempunyai beberapa karakteristik :

  • Logical view, service yang dilihat dari level operasi bisnis yang diidentifikasi sebagai interface yang independen.
  • Message orientation, Sebuah service yang berhubungan dengan client yang bertukar message.
  • Discription Orientation, Servive yang didekripsikan  sebagai mesin pengolah  metadata.
  • Network Orientation,  Service dituntut  untuk dipakai di dalam jaringan. Hal ini menenkankan pada kebutuhan service yang secara otomatis serta mudah ditemukan.

Platform neutrality, Pesan disampaikan melalui interface yang menggunakan platform netral (multi platform) dan format data yang standart seperti XML. Perhatikan gambar 1 berikut, dalam gambar tersebut mengilustrasikan siklus dari interaksi service dalam arsitektur system SOA. Pada tahap 1  service provider mempublikasikan service yang dimilikinya ke registry public. Tahap ke-2 service customer mencari service yang dibutuhkan ke registry public (kalau kita kaitkan dengan contoh diatas, maka disini Amazon.com mencari service untuk memvalidasi kartu kredit). Tahap ke-3, registry akan memeberikan respon berupa list service yang tersedia dalam registry yang dilengkapi dengan informasi alamat, cara pemanggilan service, return yang bakal diperoleh dan mengenali protocol yang digunakan. Kemudian tahap ke-4 service memberikan respon.

Dalam arsitektur SOA,  Service dapat didefinisikan sebagai komponen (software component) yang  memiliki karakteristik :

  • Dapat dideskripsikan dalam suatu bahasa formal
  • Dapat dipublikasikan pada suatu  registry of service
  • Dapat ditemukan (discover) menggunakan mekanisme standard
  • Dapat diminta/diperoleh (invoke) melalui jaringan
  • Dapat dibangun bersama service lain .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s